Hati Yang Mati

Posted on 1 April 2017 Under Artikel 0 Comments

Hati yang mati, yang tidak ada kehidupan didalamnya. Ia tidak mengetahui tuhannya tidak menyembahNya Sesuai dengan perintah yang dicintai dan ridhaiNya. Ia bahkan selalu menuruti keinginan nafsu dan kelezatanya dirinya, meskipun dengan begitu ia akan dimurkai dan dibenci Allah. Ia tidak memperdulikan semuanya, asalkan mendapat bagian dan keinginannya, Tuhanya rela atau murka. Ia menghamba kepada selain Allah, dalam cinta, takut, harap, ridha dan benci, Pengagungan dan kehinaan. Jika ia mencintai maka ia mencintai karena hawa nafsunya. Jika ia memberi maka ia memberi karena hawa nafsunya. Jika ia menolak maka ia menolak karena hawa nafsunya. Ia lebih mengutamakan dan mencintai hawa nafsunya daripa keridhan Tuhanya. Hawa nafsu adalah pemimpinya, syahwat adalah komandanya, kebodohan adalah sopirnya, kelalaian adalah kendaraanya.  Ia terbuai dengan pikiran untuk mendapat untuk mendapat tujuan-tujuan duniawi, mabuk oleh hawa nafsu dan kesenangan dini. Ia dipanggil kepada Allah dan ke kampung akhirat dari tempat kejauhan. Ia tidak memperdulikan orang yang memberi nasihat, sebaliknya mengiuti setiap langkah dan keinginan syetan. Dunia terkadang membuatnya benci dan terkadang membuatnya senang. Hawa nafsu membuatnya tuli dan buta selain dari kebatilan. Keberadaanya didunia sama seperti gambaran yang dikatakan ke pada Laila, “Ia musuh bagi orang yang pulang dan kedamaian bagi para penghuninya. Siapa yang dekat denga Laila tentu ia akan mencintai dan mendekati.” Maka membaur dengan orang yang memiliki hati semacam ini adalah penyakit, bergaul dengannya adalah racun dan menemaninya adalah kehancuran.